Levitasi Yuuuk !!

Halllooooooooo… Any body home ?? *ketok ketok pintu pake pentol korek*

Wuaaahh, nih blog kok kumel banget ya ? Pasti admin nya jarang banget mandi jadi blog nya ikutan kucel kayak gini. Sayang banget kan, blog yang tadinya di puja-puja (dan di manja-manja *syeeh*) sekarang berubah jadi blog yang sangat menyramkan seperti ini. Sunyi… Senyaaap… Tak ada tanda tanda kehidupan sama sekali. Bahkan rasanya tikus got juga males nongkrong disini. Pasti mereka akan lebih memilih nongkrong di atap toilet cewek ketimbang disini (lho ??).

Hmmm, okeh.. Rasanya gak penting juga ngebahas kenapa admin (yang katanya tetap terlihat ganteng walopun lagi ngeden) tega membiarkan blog nya kucel n the kumel seperti ini. Lagian kalian belum tentu mau menyimak ocehan gak penting dari gue kan ?? Maka dari itu, STOOOOPPP.. jangan tanya kenapa gue ampe ngilang selama dua bulan. Kalo masih ada yang nekat nanya, jangan salahkan bila akan ada siluman ketombe yang menggangu kehidupan anda. Muahaahahahaha *ngakak* *keselek biji duren* *pingsan* *masuk UGD*.

Well. di awal come back nya admin yang ganteng ini (zudah, muntah dulu zanah), gue mau berbagi sesuatu hal yang sekarang lagi lumayan nge-trend. Do you know what it is ?? Hmmm.. Kasih tau sekarang gak yaaaaa.. #eaaa (di gebukin warga sekelurahan). Baca lebih lanjut

(Intermezo) Tak Ada Pria Yang Tak Nonton Film Porno !! Benarkah ??

0.jpg

Selamat siang menjelang sore kawan. Akhirnya, setelah tadi minum obat dan istirahat cukup, badan gue kembali fit (tapi belum 100%, hehehe). Daritadi kerjaan gue cuma tidur aja nih, paling keluar kamar kalo lagi pengen ke toilet aja. Lagian, mau keluar rumah juga gak mungkin, soalnya disini lagi hujan. Huft, bete stadium 5 daaahh..

Untuk mengusir rasa suntuk, gue browsing browsing aja nih pake hape kesayangan gue. Dan akhirnya gue nemu sebuah artikel yg cukup menarik nih. Mau tau ?? Yuk kita simak…

Dimana ada pornografi disitu ada lelaki. Penelitian yang dilakukan ilmuwan menemukan semua pria dewasa ternyata menonton pornografi. Yang mengejutkan kebiasaan itu dimulai pertama kali saat rata-rata usia pria 10 tahun.

Peneliti dari University of Montreal Kanada melakukan penelitian di tahun 2009. Awalnya, peneliti hanya ingin mencari pria usia awal 20-an tahun yang belum pernah melihat pornografi.

photo0114.jpg

Tapi peneliti justru kesulitan menemukan pria yang belum pernah nonton film porno. Tidak ada satu pun pria yang disurvei yang belum pernah nonton film porno.

“Kami tidak bisa menemukan satu pun pria yang belum pernah melihat pornografi,” kata Profesor Simon Louis Lajeunesse seperti dilansir dari Telegraph, Selasa (1/2/2011).

Sekitar 90 persen pria normal (heteroseksual) yang disurvei itu menonton film porno dari internet, sisanya 10 persen dibeli sendiri dari toko video.

Pria lajang yang disurvei mengaku menonton pornografi rata-rata 40 menit selama tiga kali seminggu. Sementara pria yang punya pasangan mengaku menonton film porno hanya 1,7 kali dalam seminggu selama 20 menit.

Dari hasil studi ini, peneliti menyimpulkan pria menonton film porno yang sesuai dengan citra dan gaya seksualitasnya. Namun mereka akan menyingkirkan film yang dianggap terlalu aneh.

“Tapi pornografi ini tidak mengubah persepsi pria terhadap perempuan atau mengganggu hubungan dengan pasangannya. Bahkan kebanyakan gaya seksual mereka cukup konvensional,” kata Prof Lajeunesse.

Yang ditakutkan maraknya pornografi ini akan memberikan efek negatif bagi mereka yang belum dewasa. Apalagi dari hasil penelitian itu keinginan melihat pornografi rata-rata muncul saat usia anak 10 tahun.

Psikolog Andayani Ramelan, Psi dari Universitas Esa Unggul yang pernah dihubungi detikHealth mengatakan anak- anak akan mencari pornografi karena awalnya diliputi rasa penasaran dan ingin tahu.

Untuk itu ada baiknya, orangtua memberikan penyampaian dan menjelaskan sebab-akibatnya dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh anak. Karena pemberian larangan terhadap anak tanpa adanya penjelasan justru akan membuat anak akan mencari tahu sendiri dari sumber yang bisa saja menjerumuskannya pada hal yang tidak baik.

Psikolog Andayani memberikan tips agar anak tak penasaran dengan video porno:
1. Beri pemahaman, bukan paksaan. Hindari penggunaan kata ‘jangan’, apalagi artikulasi yang keras dalam mengungkapkannya. Daripada mengatakan ‘Kamu nggak boleh nonton video porno!’, lebih baik jelaskan padanya kenapa ia tidak boleh menonton dan dampaknya.

2. Beri pengertian tentang hubungan seksual, namun tidak perlu memberitahu secara detail. Katakan kalau ‘Hubungan seksual itu hanya boleh dilakukan oleh sepasang suami & istri yang sah menurut agama dan negara’.

3. Kaitkan dengan pendidikan moral dan agama. Katakan kalau hubungan seksual tanpa ikatan pernikahan itu tidak benar dan akan mendapat dosa. Katakan padanya, ‘Tuhan tidak suka orang yang menonton video porno lho…’

4. Beri tahu sebab-akibat apabila perbuatan itu dilakukan. Jelaskan kalau perbuatan itu akan membuat malu dirinya, keluarga dan orang-orang di sekitarnya.

5. Tanyakan pada anak mengenai pandangan dan pendapatnya. Lihat reaksi anak, apakah anak sudah menangkap maksud pembicaraan atau belum.

6. Perhatikan kegiatan anak selama ia masih berada dalam jangkauan orangtua.

7. Ingatkan ia untuk mendekatkan diri pada Tuhan YME.

Naaaah, itulah artikel yg gue baca. Gimana, kira kira kalian sependapat gak sama artikel itu?
Heheheheh

Sumber

Gambar di ambil dari google

Posted by setiaonebudhi

AWAS…!! Oral Sex Bisa Menyebabkan Kanker Tonsil Pada Pangkal Lidah..!!

banana-fellatio.jpg

Pagi kawan, bro n sist, hehehe. Pagi ini cerah banget yaa. Gue harap kehidupan kalian juga sama cerahnya kayak cuaca hari ini.

Oia, berhubung selogan blog ini “Situs Suka Suka Kita”, jadi gak ada salahnya donk kalo gue share berbagai macam postingan. Tentang symbian ada, informasi2 juga ada, curhat ada, tentang sepak bola juga ada.

Naaaah, kali ini gue mau share artikel tentang bahaya Oral Sex (waduh, pagi pagi udah bahas Sex??). Bukan maksud buat jorok jorokan. Tapi ini sebuah informasi penting buat kita semua. Yah, walopun orang orang masih banyak yg menganggap kalo Sex itu tabu, tapi gak ada salahnya buat menambah wawasan.

Oke, langsung aja ya. Gue nemu artikel ini di forum sebelah.

Perilaku seksual terus berubah dari waktu ke waktu seperti oral seks yang marak dilakukan saat ini. Tapi waspadalah, sebab dari hasil penelitian oral seks bisa memicu kanker tonsil dan pangkal lidah.

Meningkatnya kasus kanker akibat oral seks ini dipicu oleh infeksi human papillomavirus (HPV) yang bisa ditularkan melalui berbagai jenis aktivitas seksual.

09-07-stddealing.jpg

“Semakin banyak yang melakukan oral seks telah terkait dengan peningkatan infeksi HPV,” ujar Dr Greg Hartig, kepala bedah THT dari University of Wisconsin School of Medicine and Public Health di Madison, seperti dikutip dari Foxnews, Kamis (27/1/2011).

Penelitian yang dilakukan Dr William Lydiatt, profesor dan kepala bedah onkologi di University of Nebraska Medical Center, Omaha menemukan sekitar 60-70 persen kasus kanker tonsil berhubungan dengan positif HPV. Sementara studi yang dipublikasikan New England Journal of Medicine tahun 2007 menemukan bahwa orang-orang muda yang terkena kanker tonsil dan pangkal lidah dengan hasil tes positif HPV kebanyakan karena melakukan oral seks terhadap pasangannya.

Orang yang melakukan 6 kali atau lebih oral seks dengan pasangannya memiliki risiko 3,4 kali lebih tinggi terkena kanker orofaringeal (kanker pangkal lidah, belakang tenggorokan atau tonsil). Risiko ini akan meningkat jika ia sering bergonta ganti pasangan.

Peneliti juga melaporkan sejak 1973, penderita kanker tonsil dan pangkal lidah meningkat setiap tahunnya. Meluasnya praktik oral seks dikalangan remaja menjadi faktor yang turut berkontribusi dalam peningkatan jumlah penderita kanker tersebut.

Orang yang terkena virus HPV memiliki lokasi yang spesifik tergantung pada bagian tubuh mana yang pertama kali masuk ke dalam tubuh. Jika masuk melalui vagina maka umumnya menyebabkan kanker leher rahim tapi jika di mulut akan menyebabkan kanker di daerah mulut dan tenggorokan.

“Praktik seksual orang-orang telah berubah dari waktu ke waktu. Saya tidak tahu kenapa mereka lebih memilih melakukan oral seks dibandingkan dengan aktivitas seksual lainnya,” ungkap Hartig.

Naaaaahh, demikian lah artikel yg gue baca. Serem juga ya kalo kita kena kanker tonsil gara gara gak hati hati. Jadi tanpa harus gue simpulin, kalian pasti udah tau kan mana yg terbaik buat kalian sendiri. Ini bukan untuk menasehati, tapi ini hanya berbagi info saja.

Hehehe, udah dulu ya. Nanti kita ketemu lagi di postingan postingan selanjutnya.

Sumber