Antara Kegalauan Pantai Kuta Dan Cinta Beda Agama !!

Malam itu gue sedang main di kost-an salah satu temen kerja gue. Inisial namanya AN, dan huruf-huruf yang ditengahnya adalah RDIA (jyaaah, ini sih bukan inisial namanya.. *cakar muka pak camat*). Entah apa yang ada dipikiran dia, tiba-tiba si AN menyuruh gue untuk memakai helm. Dengan wajah terheran-heran (namun tetap ganteng, #eaaa), gue mengajukan beberapa pertanyaan yang cukup membabi buta pada si AN.

“Apa maksudnya ini ?? Kok gue mesti pake helm ?? Emang mau ngapain ?? Terus kenapa ini helm bau banget ?? Gak pernah di cuci ya ?? Kok lu males gitu sih ?? Terus ini dimana ?? Lu siapa ?? Gue siapa ?? Mana ayam ayam gue ?? Apa jangan-jangan di bawa si dora ?? Lalu kenapa dora gak pernah dimarahin orang tuanya padahal dia selalu keluyuran ?? Aaaaaaarrrgghhh…” *kemudian hening*

Oke, mungkin agak sedikit berlebihan memang. Tapi jujur aja, gue kurang suka menggunakan helm. Apalagi helm yang di kasih si AN itu adalah helm full face. OMAYGAT, masa iya gue harus menutupi wajah gue yang imut imut kayak curut dikerubutin semut ini. Akan terasa mubadzir dong Tuhan sudah menciptakan gue sebegitu tampannya, tapi kemudian harus ditutup dan dihalangi oleh helm yang bau ini. Kan gue jadi gak bisa berbagi ketampanan gue pada semua orang. #eeaaa (siap siap dikeroyok warga RW 03).

Ternyata eh ternyata, si AN nyuruh gue pake helm karena dia mau ngajak gue nge-Galau di Kuta. Dari raut wajahnya, sangat terlihat jelas kalau si AN sedang mengalami guncangan mental yang luar binasa. Ini terbukti dengan munculnya “Bimoli” di wajahnya (bimoli = bibir monyong lima mili). Padahal gak usah di monyong-monyongin juga gue udah tau kok kalo lu emang monyong (eh?).

Singkat cerita, kita berdua langsung capcus ke Kuta menggunakan motor si AN yang kreditnya baru akan lunas 4 bulan lagi (itupun kalo lancar bayarnya). Jalanan cukup lengang karena saat itu jam menunjukan pukul 20.32 WITA. Sepanjang perjalanan, gue melihat beberapa fenomena yang cukup unik. Diantaranya :

  • Seorang bule berbadan besar, berkepala plontos, dan bertatto sedang bermain bola bekel dengan anak kecil di trotoar. Kasian banget tuh bule, dinegaranya gak ada game bola bekel kali yaa. Gak G403L banget, hahahah.

 

 

  • Sepasang remaja yang kelihatannya sedang bertengkar di pinggir jalan. Entah apa yang mereka bicarakan, tapi yang pasti si ceweknya sedang nangis sambil cakar cakar pohon . Mungkin mereka bertengkar gara gara cowoknya bilang : “Aku Gak Punya Pulsaaaaaaaa…” #Jleg

 

 

  • Seorang cewek bohay tapi kurang cantik lagi dikerubutin 2 orang cowok. Gue gak tau apa yang sedang mereka bahas. Mungkin mereka sedang “tawar menawar”. Hmm, who knows. Mungkin untuk memastikan, gue harus nawar cewek itu dulu, “neng, gochenk yaaa..” (eh?).

 

Kembali ke topik AN, akhirnya kita berdua sampai di pantai Kuta. Motor diparkirkan di depan HardRock Cafe. Siapa tau aja dengan numpang eksis di depan hardrock, motor itu langsung berubah jadi mobil BMW. Muahahahaha.

Selangkah demi selangkah gue dan AN menapaki pasir pantai Kuta lalu duduk di tepiannya. Deburan ombak dan kencangnya angin malam itu benar benar membuat moment Galau ini semakin bermakna. Gue lihat di sekeliling, ada cukup banyak muda mudi yang sedang bermesraan dengan pacarnya masing-masing. Tidak jarang gue lihat mereka saling berciuman tanpa menghiraukan sekitarnya. WTH, ini benar benar membuat gue iri. Tapi masa iya gue mesti ciuman ama si AN ?? Mesti tayamum 7 hari 7 malam dah kalo ampe kejadian. Hueks.

Akhirnya, si AN yang daritadi mukanya dilipat-lipat kayak kardus bekas, sekarang dia mulai angkat bicara. Dia menceritakan betapa suramnya kisah cinta yang sedang dia alami saat ini. Hmm, lagi lagi masalah cinta. Kenapa sih cinta itu selalu saja membuat orang yang dihinggapinya merasa serba salah. Kenapa hah ?? KENAPAAAAAA…??

h26i.jpg

Si AN mulai bercerita dari A ke Z, lalu balik lagi ke A (jyaah, bulak balik donk). Dan dari hasil curhatan yang dia ungkapkan selama kurang lebih 38 menit 29 detik itu, bisa gue simpulkan bahwa si AN sedang pusing 5.932 keliling gara gara hubungan dia dengan pacarnya tidak di restui oleh orang tua masing-masing. Alasannya bukan karena wajah si AN mirip Syaiful Jamil, jelas bukan itu. Tapi yang menjadi permasalahan adalah perbedaan agama yang masing-masing mereka anut.

Memang segala hal yang sudah menyangkut masalah agama, biasanya akan lebih sensitif. Maka dari itu si AN sekarang terlihat lebih murung dari biasanya. Bahkan tidak jarang gue menemukan benjol di kepalanya karena dia jedot-jedotin kepalanya ke tiang bendera. Dia bingung harus bagaimana lagi meyakinkan orang tuanya dan orang tua si ceweknya bahwa cinta mereka itu tulus dan lebih dalam dari sumur pak Somad #tsaaaah.

Jujur aja, saat itu gue juga bingung. Gak bisa ngasih solusi banyak buat AN. Ya itu karena gue pribadi belum pernah merasakan hal yang si AN rasakan. Oleh karena itu gue buat tulisan ini. Yaaah, siapa tau aja ada diantara anda, anda, anda, dan anda yang bisa memberi masukan, saran, atau solusi buat temen gue itu. Kasian dia, gue gak tega liat dia tiap hari cakar-cakar layar TV tiap ada sinetron “Sendal Jepit Yang Ditukar”. #eeaaaa.

Kalau misalkan kalian mau berbagi saran atau mungkin juga punya pengalaman yang sama, bisa kalian share di kolom komen. Siapa tau aja saran dan pengalaman kalian bisa bermanfaat buat orang lain. Hehehehehe.

Gambar dapat nyolong dari Mbah Google .

Klik like DISINI untuk mengetahui update blog ini melalui Facebook.
Follow juga twitter gue di @setiaonebudhi

Recent Post :

Lihat tulisan lainnya di Daftar Isi

Writed by 'setiaonebudhi'.png

Posted by Wordmobi

162 responses to “Antara Kegalauan Pantai Kuta Dan Cinta Beda Agama !!

  1. Harus kasih masukan apa nich…??
    Nez juga pusing soal itu………semua seperti mimpi kalau misalnya kita harus mengakhiri sebuah hubungan dikarenakan agama yang gak sama….hemmm…

    Lama gak maen2 disini,jadi curhat dech.. 😀

  2. lucu deh awal-awalnya.. udah lama ngga nemo blog yang isinya narsis begini hehe
    ya gimana ya, saya mah ngga ahli masalah cinta-cintaan begini. maklum lah, fakir asmara #eaaaa #curhat -_-

    “tuhan memang satuuuu, kitaaa yang tak samaaa~” *tiba-tiba marcel nyanyi* hihi

  3. Aku juga pernah ngalamin yang kayak gitu. Tapi aku lebih milih nurut ortu, karna yah… entah kenapa menurutku ortu lebih tau. Dan buktinya, pacarku itu, eh mantan selisih 3 bulan udah nikah. PAs denger. APPAAAA??? Cepetnyaaaa. Baru aja sepakat putus kok udah cepet banget nikah sama gadis lain. HUH, DUASSARR!!

    Jadi, menurutku, ortu itu lebih lebih lebih tau harus bagaimana! Aku ambil hikmahnya aja!

    Oh iya, One. ada bingkisan kecil buatmu. 4mBiL yAch di BL0g keCiLQuuuwwh#ngalayduluah

    • hmmmm…
      mantap dah pengalaman hidupnya..
      bagus itu, jadi kan kita punya pengalaman untuk di ceritakan ke anak cucu cicit dan jangga wareng kita.. (halah)
      hahahahahahahaha

      yuuuukk mariii cyiiiiinnnnn

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s